Kampar Kiri Hulu

HUT ke-46, Desa Tanjung Belit Terima Mobil Ambulance Desa.

Kampar Kiri Hulu – Setelah sekian lama masyarakat Desa Tanjung Belit menginginkan kendaraan operasional kesehatan berupa mobil Ambulance, akhirnya di usia ke-46 tanjung belit menerima langsung dari Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto,SH berupa mobil ambulance desa. Dimana ambulance tersebut diterima oleh masyarakat Tanjung Belit pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Desa Tanjung Belit ke-46, yang diterima oleh Kepala Desa Tanjung Belit Efri Desmi di Halaman Puskesmas Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu, rabu (26/8/20). Selain desa tanjung belit, sebelum penyerahan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS), empat desa lainnya yang ada di Kampar Kiri Hulu juga menerima Ambulance antara lain, Desa Tanjung Belit Selatan, Desa Gema, Desa Domo serta Desa Teluk Paman Dalam sambutannya, Bupati kampar pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengadaan Ambulance sendiri mulai dilaksanakan pada masa Alm Azis Zaenal menjabat sebagai Bupati kampar melalui dana Bantuan Khusus. Dimana pengadaan ambulance langsung dimulai pada tahun 2017 sebanyak 17 unit, tahun 2018 sebanyak 29 unit serta tahun 2019 dan 2020 sebanyak 100 unit. Untuk diketahui bahwa ambulance desa merupakan sarana rujukan layanan darurat dan layanan akhir dalam membantu maayarakat yang sedang sakit. Untuk itu Catur berharap agar ambulance ini dapat dimamfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan masyarakat dengan selalu berkoodinasi dengan tenaga kesehatan dan pukesmas terdekat. Semoga diusia yang ke-46 desa tanjung belit bisa nentinya jauh lebih maju, untuk memajukan daerah yang terpenting masyarakat harus saling rukun, saling menjaga, saling menghormati, selalu mempererat tali silaturahmi, serta selalu mengedepankan gotong royong. Sementara itu Kepala Desa Tanjung Belit Efri Desmi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakaaih kepada pasangan Azis Catur yang saat ini dipimpin Catur Sugeng yang saat ini banyak membantu desa tanjung belit. Dimana sebelumnya kami telah merasakan pembangunan infrastrukturkhusunya pembangunan jalur integrasi antar desa ke desa, kemudiam dalam waktu dekat jaringan PLN juga akan masuk kedesa ini. Kemudian yang terpenting saat ini kami juga menerima langsung mobil operasional ambulannce untuk desa yang kami cintai ini. Dalam operasional ambulance nantinya, baik sopir maupun BBMnya akan ditanggung pemerintah desa melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa dan akan diterbitkan peraturan desanya.”ungkap Efri (Diskominfo Kampar)

Read more

Pemkab Kampar Beri Pelayanan Dokter Gigi di Desa Terisolir.

Kampar Kiri Hulu ; Bagi warga Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, pelayanan kesehatan bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk didapat. Karena terkendala akses jalan yang sulit dijangkau. Sedangkan untuk menjangkau puskesmas terdekat saja, masyarakat harus menempuh jarak tempuh 17 kilometer dengan jalan yang belum pengerasan dan memutari bukit. Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar berupaya untuk mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antara di kota dengan daerah terisolir. Pada Rabu (13/8), Dinkes Kampar melakukan Pelayanan Kesehatan dengan mendatangkan Dokter Umum dan Dua orang Dokter Gigi yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedy Sambudi SKM M.Kes. Turun dengan dua ambulan dan dua mobil double gardan, tim kesehatan harus melawan sulitnya akses jalan Provinsi untuk menuju desa yang berada diantara gugusan Bukit Barisan dekat perbatasan Sumatera Barat. “Ini merupakan program dokter gigi masuk kampung yang dimana sejauh ini buat masyarakat yang berada didesa-desa apalagi jauh dari kota, sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi. Ini program pertama dan desa pertama. Dan program ini akan terus digulirkan” Ucap Dedy. Lebih lanjut, Ke depannya diharapkan kepada setiap Kepala Desa dan Sekretaris Desa untuk menjadwalkan kunjungan dokter gigi datang kedesanya untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan gigi disetiap kalangan masyarakat maupun anak sekolahan. Menurut Dedy, sesuai instruksi Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto, SH. dengan terlaksananya pelayanan kesehatan di daerah terpencil, beliau Bupati Kampar senantiasa dapat mendengarkan berbagai masalah yang menjadi hambatan, masukan maupun usulan langsung dari masyarakat. “Langkah ini merupakan upaya chek and balance dengan laporan yang disampaikan oleh aparat maupun masyarakat. Desa-desa dengan akses sulit merupakan sasaran utama agar masyarakat setempat juga dapat merasakan kebahagiaan dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada” ujar Bupati Kampar yang disampaikan oleh Dedy. Sedangkan Sekretaris Desa Kebun Tinggi Tete Muhadar menyampaikan persoalan sakit gigi ini menurutnya memang umum dikeluhkan masyarakat. Maka kedatangan tim kesehatan disini sangat disyukuri masyarakat desa, hingga kesempatan ini dimanfaatkan dengan maksimal. “Ini terlihat warga tampak antusias sudah berkumpul dan mengantri sejak pagi untuk memeriksakan kesehatan giginya serta juga ramainya murid-murid disini untuk juga berpartisipasi memeriksakan giginya sekaligus mereka ke sekolah untuk mengerjakan tugas” kata Tete.(Diskominfo Kampar)

Read more

Bupati Kampar ; Pemkab Kampar Komit Turunkan angka Stunting di Kabupaten Kampar.

Tanjung Karang ; Pemerintah Kabupaten sangat berkomitmen dalam pencegahan dan penanggulangan Stunting di Kabupaten Kampar, hal ini terbukti dengan menurunnya angka Stunting di Kabupaten Kampar dari 10 desa menjadi 3 desa. Dan dari tiga desa tersebut pun tinggal 20 persen. Hal tersebut diketahui saat pengarahan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto, SH saat melounching kegiatan Konvergensi intervensi Pencegahan Dan Panggulangan Stanting Di kabupaten Kampar yang digelar di halaman Masjid Al-Falah Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada hari Jum’at, 26/06. Ikut menghadiri dan mendampingi Bupati Kampar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Mimi Yuliani Nazir, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril, Instansi swasta dan Kepala desa Tanjung Karang H Jumaryanto dan kepala desa se Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kepala Puskesmas Kampar kiri Hulu dan tokoh masyarakat. “Alhamdulillah dari tahun ke tahun angka stanting di kabupaten kampar terus menurun yang mana pada tahun 2019 ada 10 desa yang masih menjadi lokus stanting dan berkat kinerja pemda kampar angka itu turun menjadi 3 desa, dan ini yang harus menjadi perhatian kita, yang sudah berhasil menurunkan angka stanting ini menjadi 20% saja” Kata Catur Sugeng. Sebagaimana komitmen presiden RI Joko Widodo yang mana terkait visi dan arah pembangunan tahun 2019- 2024 yang mana salah satu instruksinya kepada Gubernur, Bupati, Camat hingga kepala desa untuk menyatukan langkah dan komitmen untuk menurunkan angka stanting di seluruh indonesia. Harapan kita kedepan mari kita sama sama lebih fokus untuk menangani penurunan angka stanting di kabupaten kampar apalagi di masa pandemi covid 19 orang banyak kehilangan pekerjaan, Ekonomi sulit sehingga dapat meningkatnya asupan makan bergizi terutama buat ibu hamil dan anak balita” Tambah Catur. inilah yang menjadi PR pemda kampar kedepannya, untuk itu saya menghimbau kepada seluruh Kepala OPD terkait, Camat, Kepala desa dan seluruh stekholder yang terlibat agar fokus selalu bekerja untuk menangani stunting. karena Stanting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak namun juga pertumbuhan cara berpikir bahkan saat dewasa nanti bisa mempengaruhi potensi generasi penerus dalam bekarya dan bekerja sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan kemajuan daerah dimasa depan” Tutup Catur. Di akhir acara Bupati Kampar melakukan peninjauan Kerumah Warga yang mengalami Stunting dan menyerahkan bantuan berupa susu, telor rebus dan Sembako, komitmen dan dukungan terhadap rembug Stunting serta memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah dapat menurunkan angka stanting di Kabupaten Kampar.(Diskominfo Kampar)

Read more

Meski Jauh Dari Pusat Pemerintah,Masyarakat Desa Tanjung Karang jangan Merasa Sendirian.

Tanjung Karang ; Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto, SH memberikan keyakinan kepada masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan, agar jangan merasa sendirian, sebagai bupati dirinya akan berupaya dan membuktikan kedekatannya dengan masyarakat diseluruh pelosok negeri, seperti halnya dengan desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini. Diakui Catur bahwa untuk bisa sampai didesa ini membutuhkan perjuangan ekstra, kesabaran dan keihlasn, namun sudah menjadi komitmennya, bahwa beliau akan selalu hadir dan dekat dengan masyarakat . Sehingga dapat dipastikan kondisi kehudupan masyarakat, dan akan lahir optimistis masyarakat untuk maju bersama desa-desa lain, serta dapat keluar dari masalah yg dihadapi. Hal tersebut di sampaikan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH didepan warga desa Tanjungg Karang jumat, 26/06. pada acara louching konvergensi intervensi stunting tingkat kabupaten kampar tahun 2020. Ditambahkannya bahwa pemerintah Kabuiaten Kampar memiliki komitmen yang kuat untuk menata kota membangun desa, untuk itu masyarakat harus optimis dan tidak merasa sendirian. Terkait masalah stunting, Catur mengharapkan agar segera dapat ditekan, dan terlepas dari masalah orang yang tidak tumbuh sebagai mana mestinya ini yg disebabkan sesuatu yang salah terutama pada 1000 hari pertama usia kehidupan. Untuk itu masyarakat harus diberi kesadaran dan pengetahuan untuk memerikasa kesehatan ibu dan anak dimulai dari masa hamil dengan rajin datang ke poayandu dan berharap pada tahun ini angka stunting dapat diberantas sehingga tidak lebih dari 20 porsen hingga 14 prosen sebagaimana yang ditetapkan presidem RI Joko Widodo. Hadir pada acara tersebut kadis kesehatan Riau Dra. Mimi Yuliani Nazir, para kepala OPD yang tergabung dalam Tim Stunting Kabuoaten Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu, H.Dasril.S.Sos serta kades se Kecamatan Kampar Kiri Hulu. (Diskominfo Kampar)

Read more

Kepala Bappeda Bersama Mitra Kerja Jelajahi SM Bukit Rimbang Baling.

KAMPAR KIRI HULU ; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Ir. Azwan, M.Si bersama mitra kerja jelajahi Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kamis (7/5/20). Kegiatan ini diberi nama Rimbang Baling Adventure (Petualangan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling). Dalam rombongan adventure itu terdiri dari Kepala Bappeda Kampar Ir. Azwan MSi beserta staf, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono beserta staf, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril, pihak swasta Divisi Pengembangan Jalan TOL PT Hutama Karya (Persero), Pelaku usaha Surya Darmawan dan pengusaha Wayan DeCotoz. Rimbang Baling Adventure ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring kegiatan tahun 2019 dengan mitra BBKSDA Riau dan juga pelaku usaha pariwisata owner DeCotos Villa XIII Koto Kampar yang berkomitmen untuk berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk pengembangan wisata alam di kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Beberapa kegiatan monitoring ini meliputi pelaksanaan pembangunan di kecamatan Kampar Kiri Hulu seperti pembangunan jalur interpretasi yang menghubungkan 9 Desa di dalam kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling di Kampar Kiri Hulu, pembangunan beberapa jembatan dan sarana listrik. Tidak itu saja Divisi Pengembangan Jalan TOL PT Hutama Karya (Persero) saat kegiatan Rimbang Baling Adventure ikut memberikan bantuan dalam bentuk sembako senilai sepuluh juta rupiah kepada masyarakat di Kampar Kiri Hulu. Ditambah dengan bantuan 100 botol fruit orange fresh Handsanitizer spray dari pengusaha Surya Darmawan. Bantuan ini diberikan dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19. Perjalanan diawali dari Desa Tanjung Belit pukul 11.30 wib, menuju Desa Tanjung Beringin. Dengan menaiki empat unit Piyau (alat tarnsportasi sungai Subayang), rombongan menyusuri aliran sungai Subayang yang terkenal dengan kejernihan airnya. Pemandangan alam di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling yang sejuk dan asri terbentang disepanjang perjalanan. Rombongan menyempatkan diri singgah di air terjun Batu Dinding yang merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Kampar Kiri Hulu. Sesampai di Desa Muara Bio, Kepala Bappeda dan rombongan meninjau jembatan gantung Sei Didu Desa Muara Bio yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI Tahun Anggaran 2019. Pemandangan alam yang dihiasi pelangi terlihat begitu indah dari jembatan Sei Sidu Muara Bio siang itu. Dengan menaiki sepeda Kepala Bappeda juga menjelajahi jalur interpretasi Desa Muara Bio – Desa Batu Songgan Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang berada dalam Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Sebagian ruas interpretasi tersebut saat ini sudah bisa dilewati. Titik terakhir perjalanan Rimbang Baling Adventure di Desa Tanjung Beringin. Sebelum kembali ke titik kumpul di Desa Tanjung Belit, rombongan menyempatkan mandi di sungai Subayang. Rasa letih dan haus setelah perjalanan seharian di saat menunaikan ibadah puasa terasa hilang ketika menceburkan diri ke air sungai yang jernih dan sejuk. Rasa bahagia dan gembira terpancar dari wajah seluruh anggota rombongan setelah menempuh perjalanan yang mengesankan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan berbuka bersama di rumah salah seorang warga di desa Tanjung Belit. Kepada rombongan disuguhkan kuliner khas Kampar Kiri Hulu seperti sambal ikan kacau dan tumi lompok ayam. Kepala Bappeda Kampar Azwan kepada wartawan disela-sela perjalanan menyampaikan bahwa kegiatan Rimbang Baling Adventure ini disamping monitoring kegiatan tahun 2019, juga sebagai bagian Tadabbur alam, mengagumi indahnya ciptaan Allah SWT, Sungai Subayang yang mengalir di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Sungai Subayang merupakan urat nadi perekonomian sebagai jalur transportasi utama Piyau angkutan orang dan barang. “Semoga dengan telah dimulainya pembangunan jalur interpretasi yang melintasi 9 Desa sepanjang 37 KM sebagai jalur alternatif jalan darat roda dua bisa terwujud sesuai target tahun 2022. Inshaa Allah,” ujar Azwan. (Diskominfo Kampar/Herman Jhoni)

Read more

BKMT Kampar Serahkan Peralatan Mandikan Jenazah ke Kecamatan.

Gema : Walau Pemdemi Covid-19 sedang melanda Indonesia dan Kabupaten Kampar tak menyurutkan pengurus Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kabupaten Kampar untuk menjalankan program dan pematangan Organisasi dalam memberikan tausiyah terhadap kader BKMT di Kecamatan dan desa. Praktek memandikan jenazah, Pengajian di Desa, Pertemuan ini tetap berpedoman pada Protokol kesehatan. Selain pematangan Program khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, namun kondisi Pendemik Covid-19 tidak memungkinkan untuk berkumpul, maka melalui Ketua BKMT Kecamatan menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan ke Desa-desa. Selain itu BKMT Kampar menyerahkan satu Set Alat Mandi Jenazah berupa Ember Besar, Ember kecil, Kapur barus, sabun dan timba kecil, BKMT Kampar juga memberikan Bingkisan sembako untuk 5 KK, Ini bentuk perhatian dalam melihat terhadap dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini. Ini tidak seberapa dan hanya untuk 5 orang yang dapat kami berikan semoga ini dapat membantu. Demikian disampaikan oleh Ketua BKMT Kampar H. Muslimawati Catur Sugeng yang diwakili oleh Wakil Ketua Hj. Elmi S. Ag saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada Hari Senin, 04/05. Dikatakan Hj Elmi yang didampingi oleh Sekretaris BKMT Kampar Mardiana dan pengurus BKMT kampar menyatakan bahwa seharusnya kegiatan ini dapat kita laksanakan seperti biasa, yang namanya latihan tentunya diikuti oleh kader BKMT, namun dengan Pendemi Covid-19 tentunya kita ikuti aturan pemerintah” Kata Elmi, S. Ag yang menyampaikan beberapa point penting terhadap berjalannya program BKMT ditengah Pendemi Covid-19 ini. Kegiatan ini insyaallah juga akan dilaksanakan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Kampar, semoga Pendemik Covid-19 tak menyurutkan keinginan untuk menambah ilmu agama, tentunya dengan berpedoman protokol kesehatan*Kata Elmi, S. Ag. Sementara itu Ketua BKMT Kampar Kiri Hulu Nuraina Dasril yang didampingi Camat Jampar Kiri Hulu Dasril menyatakan ucapan terima kasih atas kunjungan BKMT Kampar ke Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kami bersama dengan pengurus BKMT Kecamatan bersama desa mendukung program BKMT kabupaten” Kata Nuraini Dasril.(Diskominfo Kampar)

Read more

Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu Tutup Penyemprotan Disinfektan DPD KNPI Kampar.

Lipat Kain : Penyemprotan 21 Kecamatan dengan total 64 Desa oleh DPD KNPI Kabupaten Kampar berakhir di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, dimana sebelumnya telah melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian Masker, hand sanitizer serta sosialisasi di 19 Kecamatan di Kabupaten Kampar. Kamis 16/04/2020. Alhamdulillah penyemprotan disinfektan dapat kita laksanakan di 21 Kecamatan, walau tidak dapat menyentuh seluruh Desa di Kabupaten Kampar” Kata Febio Anggriawan Burhanuddin bangga walau terlihat capek. Dikatakan Febio penyemprotan ini merupakan bentuk dari keprihatinan dan kerisauan terhadap mewabahnya Virus Covid-19, khususunya di Kabupaten Kampar ini” Katanya yang didampingi oleh Isteri Fitri, Anggota DPD KNPI Kampar dan Kecamatan. Kami mengucapkan ribuan Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Kecamatan,Satpol PP Kampar, Pemadam, Pihak TNI dan polri dari Babinsa dan Babinkantibmas dan pemerintah Desa serta seluruh Pengurus DPD KNPI dari Kabupaten maupun Kecamatan yang telah membantu, mensupport serta menyukseskan pelaksanaan Bhakti ini” Kata Febio yang telah berkeliling dan bermalam di Desa Tempat penyemprotan. Berakhirnya pemyemprotan di kecamatan Kampar Kiri Hulu, menjadi kecamatan terakhir kegiatan penyemprotan disinpekstan dan pembagian handsanitizer oleh DPD KNPI kabupaten Kampar,. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya masyarakat kabupaten kampar dan menjadi harapan serta keinginan penyebaran covid19 segera berakhir dan kampar bebas virus covid19″ pesan Bung Anggi, sapaan akrabnya. Pada hari ini kita lakukan di desa Sungai Paku untuk Kampar Kiri dan Desa Gema untuk Kecamatan Kampar kiri Hulu kata Anggi didampingi oleh Wakil Ketua Bidang OKK Ahmad Effendi Siregar, Wakil ketua bidang Pengembangan Potensi Pemuda Desa Firman Wahyudi dan Wakil ketua bidang Kebijakan Publik dan Politik Masri Kumar serta pengurus DPD KNPI Kab.Kampar dan PK KNPI Kampar Kiri Hulu Zulbahdri Sementara itu Camat Kampar Kiri M Farid Ridha , S. STp. M. Si menyatakan ucapan terimakasih kepada DPD KNPI Kampar yang telah memberikan kepedulian terhadap mewabahnya Covid-19, tentunya ini sejalan dengan program pemerintah dalam menghentikan penyebaran Virus yang telah memakan banyak korban tersebut” Kata Farid Ridha. Sementara itu Camat Kampar Kiri Hulu Dasril menyatakan ini merupakan tugas seluruh komponen masyarakat dalam memberikan perhatian dan kepedulian terhadap Virus Covid-19 ini, Alhamdulillah kita dapat bersama dengan pemuda melakukan penyemprotan, sosialisasi maupun penyerahan Masker dan disinfektan di Desa-desa kata Camat Kampar kiri hulu ( Humas KNPI Kampar).

Read more

BKSDA dan PT. TGI gelar FGD di Rimbang Baling.

Tanjung Belit ; Pemanasan global berdampak pada meningkatnya kesadaran banyak pihak untuk menjaga kelestarian alam, terutama kawasan hutan yang menjadi paru-paru dunia. Banyak pihak yang kemudian mengutuk kebijakan-kebijakan terkait pemanfaatan kawasan hutan untuk pembangunan. Di satu sisi, ini adalah pertanda baik. Namun, pernahkah kita berhadapan secara langsung dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang menggantungkan kelangsungan hidup mereka pada pemanfaatan hutan sebagai sumber ekonomi? Pada Selasa, 11 Februari 2020, digelar  forum diskusi bersama masyarakat di sekitar kawasan hutan Rimbang Baling yang ditaja oleh PT. Transportasi Gas Indonesia (TGI) Riau, bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, dan Pemerintah Kabupaten Kampar, bertempat di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Dalam diskusi ini, salah seorang peserta yang merupakan perwakilan masyarakat mengeluhkan kesulitan ekonomi yang dihadapi sebagian besar warga di sekitar kawasan hutan Rimbang Baling. Dengan adanya pelarangan penebangan hutan dan pembukaan lahan hutan untuk bercocok tanam, masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada aktifitas tersebut tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Mereka kehilangan mata pencaharian. Peserta yang merupakan warga Desa Tanjung Belit tersebut menerangkan bahwa sumber daya manusia di sekitar kawasan hutan Rimbang Baling yang rendah, membuat mereka tidak mampu bersaing dalam dunia kerja di dunia luar kawasan Rimbang Baling. Hampir sebagian besar masyarakat di sekitar kawasan itu jarang sekali berhubungan dengan dunia luar. Kondisi ini disebabkan tidak adanya akses jalan darat yang memudahkan mereka untuk berhubungan dengan dunia luar. Satu-satunya akses yang mereka miliki hanyalah jalur sungai memanfaatkan perahu yang disebut pighau, itu pun bergantung pada cuaca. Bila musim penghujan dan sungai meluap, mereka akan terisolasi. Baru pada tahun 2018 lalu, pembangunan jalur interpretasi sepanjang 36 Km yang menghungkan sembilan desa di sekitar kawasan itu dimulai pembangunannya. Selama ini, seperti yang diterangkan oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono, SH, M.Si, M.Hum, pembangunan akses jalur darat di sekitar kawasan terbentur aturan perundang-undangan. Namun, berkat kerja sama BBKSDA bersama Pemerintah Kab. Kampar, pembangunan jalur interpretasi itu mendapat restu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.(Diskominfo Kampar)

Read more

Sekda Kunker Ke Desa Batu Sasak

Kampar Kiri Hulu. Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH yang diwakili Sekretaris Daerah Kampar Drs. Yusri, M.Si lakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Batu Sasak. Dalam arahannya Sekda menyampaikan untuk mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian Hutan, menjaga lingkungan agar alam yang asri tetap terjaga. Dirinya juga menitipkan kelestarian alam kepada Datuk-datuk dan tokoh adat yang ada di Desa Batu Sasak. “Saya tidak merasa jauh datang kesini, karena Hutannya masih asli dan lebat, perjalanan tidak terasa melelahkan”. Ujarnya. Hal itu disampaikan Sekda Kampar ketiak melakukan Kunker dan sekaligus meninjau Puskesmas Kampar Kiri Hulu II di Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu. (9/1) Selain itu, Yusri mengajak generasi muda Desa Batu Sasak untuk ikut melestarikan dan menjaga Hutan Batu Sasak, karena Kita yang akan menjaganya bukan orang luar. “Pemda Kampar punya program seluruh wilayah yang jauh wajib mendapatkan prioritas pelayanan, dan Bupati bersama Sekda pasti akan mewujidkannya” kata Yusri. Sesuai dengan arahan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, peringatan HUT Kampar nanti akan dilakukan pelayanan kesehatan seperti Operasi Bibir Sumbing, Sunat masal dan pelayanan kesehatan lainnya. “Kita sebagai pelayan Bidang Kesehatan harus tetap memberikan pelayanan yang prima, walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada” ucap Yusri. Yusri juga menambahkan Puskesmas Kampar Kiri Hulu II ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar akan mempersiapkan menjadi Puskesmas Rawat Inap, dan Bupati Kampar melalui Sekda menyatakan pasti mewujudkannya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Dedi Sambudi dalam sambutannya mengatakan Kunker tersebut merupakan persiapan pelayanan Kesehatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kampar yang ke-70. “Kunjungan ke Puskesmas Kampar Kiri Hulu II ini merupakan rangkaian kunjungan Puskesmas sesuai dengan program Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar” ujar Dedi Sambudi. Dedi Sambudi juga mengatakan bahwa kunjungan ke Puskesmas yang jauh dari Ibukota Kabupaten merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah terhadap Pelayanan kesehatan di Kampar. Dirinya juga menyampaikan bahwa Puskesmas Kampar Kiri Hulu I yang terletak didesa Gajah bertalut dan Puskesmas Kampar Kiri Hulu II didesa Batu sasak ini menaungi tujuh Desa, dengan jumlah penduduk 3500 jiwa dan dua Puskesmas ini telah terakreditasi. Sekdakab Kampar dalam Kunker tersebut didampingi diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedi Sambudi, Kepala Dinas Komunikasi informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Arizon, Kepala Dinas Sosial M. Amin FildaS Sekretaris Kesbangpol Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Perindustrian Ali Sabri, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril serta seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Kampar.(Diskominfo Kampar/Dok. Pimpinan Setda)

Read more

Ini bentuk komitmen Pemkab Kampar tuntaskan angka Stunting

Kampar Kiri Hulu – Satu bulan berlalu setelah Bupati Kampar, Sekda dan Forkopimda Tanda Tangani Komitmen bersama Konvergensi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Kampar, sehingga di awal bulan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar membawa 120 tenaga kesehatan, 31 Kepala Puskesmas yang tergabung dalam organisasi kesehatan seperti IDI, PDGI, IBI, IAKMI, ISI, PPNI, dan seluruh tenaga kesehatan turut serta memberikan pelayanan kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 55, untuk melakukan Bhakti Sosial Intervensi Stunting di Desa Gajah Bertalut Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (2/11). Pola asuh dan pola asupan gizi yang buruk dapat menyebabkan anak kurang tinggi/kerdil ataupun gizi buruk, saat ini Indonesia termasuk kedalam 17 negara di dunia yang mengalami beban ganda permasalahan gizi berdasarkan data Global Nutrition Report 2014. Pemerintah merumuskan 8 aksi integrasi dalam penanganan Stunting yang juga melibatkan 23 kementerian. Bupati Kampar diwakili Asisten III Syamsul Bahri menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah konsisten dalam memberikan penyuluhan terkait pola asuh dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi Stunting selain peningkatan gizi ibu hamil dan balita 1000 hari kehidupan. “Bakti Sosial Intervensi Stunting ini merupakan komitmen pemerintah dalam penanganan Stunting dan Pelayanan Kesehatan dan Kondisi ini menuntut kita semua untuk melakukan upaya menekan Stunting melalui upaya peningkatan gizi ibu hamil dan anak-anak, Stunting merupakan program nasional baik dalam hal peningkatan gizi terutama 1000 hari mulai dari kandungan, kita harus bersama-sama dalam melakukan penanganannya.” Ungkap Syamsul Berdasarkan data entry ePPGBM tanggal 18 Juni 2019, dari 28.711 balita yang ditimbang, tinggi badan/usia maka ditemukan 6.581 balita masuk kategori Stunting (sangat pendek / pendek) atau setara 22,92%. Saat ini masih ada10 desa yang masuk kedalam kriteria lokus diantaranya Bangun Sari, Tanjung Karang, Danau Lancang, Pulau Jambu, Pandau Jaya, Aur Kuning, Terusan, Gajah Bertalut, Sungai Bungo, Ranah Singkuang. Tim Nasional Penanggulangan dan Penurunan Kemiskinan (TNP2K) telah menetapkan 100 Kabupaten/Kota wilayah prioritas tahun 2018 dan 60 Kabupaten/Kota pada 2019. Penetapan wilayah prioritas didasarkan pada data masalah gizi kronis (Stunting) menurut Riskesdas 2013 dan tingkat kemiskinan. Di Provinsi Riau terdapat 2 Kabupaten termasuk prioritas diantaranya Rokan Hulu dan Kampar. Kabupaten Kampar ditempatkan sebagai lokus Stunting dari 12 Kabupaten / Kota se-Provinsi Riau, dimana berdasarkan data Juli 2019 terdapat 3654 anak Stunting yang terdiri dari 10 desa diantaranya Desa Aur Kuning 60 anak, Desa Terusan 33 anak, Desa Gajah Bertalut 33 anak, Desa Tanjung Karang 47 anak, Desa Sungai Bunga 6 anak, Desa Bangun Sari 79 anak, Desa Danau Lancang 1247 anak, Desa Ranah Singkuang 155 anak, Desa Pulau Jambu 152 anak, Desa Pandau Jaya 1842 anak. Sehingga dipandang perlu menetapkan program bersama agar dapat menurunkan jumlah Stunting dengan cepat dan terprogram melalui masing-masing OPD terkait. Tahun 2019 sebanyak 160 Kabupaten se-Indonesia mendapatkan intervensi penanganan Stunting dimana salah satunya adalah Kabupaten Kampar, maka dari itu dilakukan penggalangan komitmen para pengambil kebijakan dalam melakukan perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah kecukupan gizi sesuai standar, fasilitas sanitasi yang baik dan pertumbuhan balita, sehingga diharapkan untuk segera melakukan mobilisasi dan penanganan dan apabila memiliki berat yang tetap maka dapat dilakukan tindakan secara berkelanjutan dan memberikan pelayanan serta perlakuan khusus.(DiskominfoKampar/DAT)

Read more