Pemerintah Kabupaten Kampar
Bangkinang Kota BERITA KATEGORI KECAMATAN Kesehatan Pemda Pendidikan

Karena Dipandang Wilayah Pribadi, KDRT Sulit Untuk Diketahui

Bangkinang Kota – Pandangan masyarakat yang melihat bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi wilayah pribadi, maka sukar ditembus oleh pihak-pihak yang ingin turut menyelesaikan kasus tersebut.

Hal tesebut disampaikan Ketua Tim Penggerak – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Kabupaten Kampar Ny Muslimawati Catur saat membuka pertemuan Evaluasi Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP) dan Kekerasan Terhadap Anak (KtA) yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, rabu pagi (9/4/19).

Kagiatan yang dihadiri oleh seluruh Satgas KDRT, Para KUA se-Kab. Kampar, Tokoh Masyarakat dan Ketua TP-PKK Kecamatan. se-Kabupaten Kampar tersebut Muslimawati menyampaikan, bahwa menurut data Komnas perempuan Indonesia mencatat lebih kurang 259.151 kasus kekerasan atas perempuan sepanjang tahun 2016. Dari data terebut berasal dari kasus yang ditangani pengadilan agama yaitu 245548 kekeraan terhadap isteri yang berujung perceraian.

Lebih lanjut isteri orang nomor satu di Kampar tesebut menjelaskan karena kekerasan dalam rumah tangga sering dipandang sebagai wilayah masalah domestik yang bersifat sangat pribadi. Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam rumah tangga maupun di ranah publik lebih banyak dialami perempuan dan anak berupa kekerasan fisik, psikis, pemaksaan seksual maupun penelantaran.

Sekali lagi karena pandangan masyarakat yang melihat bahwa KDRT menjadi wilayah pribadi, maka hal tersebut sukar ditembus oleh pihak-pihak yang ingin turut menyelesaikan kasus tersebut sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak sulit diketahui dan dibatasi oleh masyarakat setempat.

Dengan demikian upaya untuk menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga perlu lebih digalakkan melalui pendidikan tentang ketahanan keluarga dan sosialisasi mengenai Hak Asasi Manusia dan keadilan gender. Masyarakat juga perlu diberikan informasi tentang aksi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menolak kekerasan dalam rumah tangga.(diskominfo msk).

Related posts

Raih Standard Pelayanan Publik, Pemkab Aceh Barat Daya Study Banding ke Kampar.

Supardi

Masuki Hari ke 10 PSBM, Tim SatgasĀ  Rimbo Panjang Adakan Rapat Evaluasi.

Supardi

Pasha Ungu : Kami Tak Lupakan atas Kepedulian Kampar kepada Palu

Supardi

Kampar Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya Dari Kementrian PP & PA RI

Supardi

Bendera Merah Putih Setengah Tiang Berkibar Di Kantor Diskominfo Kampar

Supardi

Ketua BKMT Kampar Minta Terus Jaga Ukhuwah Islamiyah.

Supardi